Dari awal, saya tidak setuju dengan pemakaian gurita pada bayi dan percaya bahwa ini adalah mitos, karena wajar saja anak bayi memiliki perut yang buncit. Nanti akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu bantuan gurita. Jadi sewaktu anak pertama saya lahir, saya menentang pemakaian gurita ini.
Akan tetapi pandangan saya berubah ketika saya merawat anak kedua. Menurut saya gurita ini tetap bisa dipakai kepada bayi, selama tidak diikat terlalu kuat. Dan tentu saja tujuan pemakaiannya bukan untuk mengempiskan perut bayi yang membuncit, tetapi lebih untuk menghangatkan tubuh. Gurita sangat berguna, terutama ketika pusar bayi masih belom puput. Pemakaian gurita menghindari gesekan pada tali pusar, dan setelah tali pusar puput pun, membantu supaya pusar yang masih belum kering, tidak terganggu dengan gesekan dari popoknya. Neishia, anak kedua saya, selalu langsung terdiam dari tangisnya ketika gurita dipakaikan. Tentunya saya tidak pernah mengikat dengan kencang, cukup supaya perut dan dadanya tertutup, sebagai pengganti baju dalam saja. Setelah tali pusarnya sudah kering pun, gurita bisa ditinggalkan pemakaiannya. Tentunya, ini kembali kepada urban Mama, apakah mau memakaikan gurita pada bayi atau tidak, karena bukan menjadi keharusan.